49 orang PMI Mengikuti Ujian Tugas Akhir Program Semi Proctoring di Malaysia dan Singapura

Tangerang Selatan – Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri (PPMLN) - Universitas Terbuka (UT) menggelar ujian Tugas Akhir Program (TAP) bagi mahasiswa program Sarjana (S1), Minggu (26/12). Pelaksanaan ujian TAP diikuti sebanyak 49 orang mahasiswa UT yang juga berprofesi sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), dengan rincian 29 orang mengikuti ujian di Singapura dan sebanyak 28 orang di Malaysia, yang tersebar di Pokjar UT Kuala Lumpur sebanyak 15 orang, Pokjar Penang sebanyak 15 orang, dan Pokjar Johor Bahru sebanyak 11 orang.

picture1.jpg

Kepala PPMLN UT, Dr. Pardamean Daulay, S.Sos., M.Si menyampaikan TAP merupakan pengganti skripsi yang wajib diambil semua mahasiswa dan ditawarkan diakhir masa studi. TAP ini juga dimaksudkan sebagai tolak ukur untuk memastikan kompetensi lulusan UT berdasarkan capaian standar dan kurikulum masing-masing program studi. Pelaksanaan ujian TAP biasanya menggunakan sistem essay atau soal uraian, yang terdiri soal-soal yang bersumber dari gabungan beberapa mata kuliah inti masing-masing program studi. Meski begitu ujian TAP tidaklah semudah yang dibayangkan. Mahasiswa tetap memerlukan persiapan belajar yang baik. Karena soal-soal essay tersebut membutuhkan jawaban penalaran dan proses berpikir tingkat tinggi dengan batas waktu maksimal 3 jam. Ujian TAP ini merupakan langkah terakhir dari serangkaian proses perkuliahan di UT. “Setelah mengikuti ujian TAP ini dan dinyatakan lulus, sebagian besar mahasiswa UT di luar negeri yang berprofesi sebagai PMI akan menyandang gelar sarjana setelah berjuang mengikuti proses perkuliahan di UT sambil bekerja”, ujar Pardamean. 

picture2.jpg

Sebelum pandemi Covid-19, mahasiswa UT yang ada di luar negeri mengikuti ujian TAP secara tertulis di kantor KBRI, KJRI, KDEI atau Sekolah Indonesia yang ada di masing-masing negara. Namun, sejak munculnya Covid 19, sistem ujian tertulis diganti dengan Ujian Semi Online Proctoring (USOP) berbasis semi proctoring.  Sistem USOP ini bisa diikuti oleh 49 orang mahasiswa tersebut secara daring dari tempat masing-masing tanpa hadir di ruang kelas dengan petugas/pengawas ujian langsung dari pegawai PPMLN yang berada di UT Pusat. “Dengan USOP ini diharapkan akan semakin mempermudah mahasiswa dalam mengikuti ujian terutama mahasiswa yang berdomisili di luar negeri”, harap Pardamean.

picture3.jpgpicture4.jpg

Lebih lanjut, Pardamean juga menyampaikan bahwa untuk mengikuti USOP TAP ini, mahasiswa harus terlebih dahulu menginstall Microsoft Teams pada Smartphone Android/IOS atau Laptop/PC. Melalui Microsoft Teams ini akan dilakukan komunikasi antar petugas/pengawas dengan mahasiswa peserta USOP TAP. Petugas/pengawas dan mahasiswa wajib mengaktifkan fitur video Microsoft Teams selama pelaksanaan ujian berlangsung, untuk memastikan bahwa peserta USOP TAP adalah mahasiswa yang sebenarnya (teregistrasi ujian USOP TAP) dan juga menghindari mahasiswa melakukan kecurangan, seperti membawa Joki. Kegiatan ujian TAP yang dilaksanakan pada hari ini mulai pukul 09.00 s.d. 12.00 WIB berlangsung lancar dan kondusif.  Hal ini sesuai dengan laporan dan monitoring yang dilakukan tim PPMLN. Kesuksesan pelaksanaan ujian TAP juga disampaikan Bapak Rizal, selaku pengurus pokjar UT Johor Bahru – Malaysia, melalui sambungan telepon, pelaksanaan ujian TAP berjalan lancar, diikuti sebanyak 11 orang mahasiswa, 7 orang diantaranya mengikuti ujian di Ruang Serbaguna KJRI Johor Bahru, sedangkan 4 orang  mahasiswa lainnya mengikuti TAP dari rumah masing-masing.

picture5.jpg

Sementara itu, satu orang mahasiswa yang berasal dari UT Batam yang kebetulan menumpang ujian, difasilitasi di Ruang Serbaguna KJRI Johor Bahru. “Pelaksanaan ujian TAP di kantor KJRI Johor Bahru diselenggarakan dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan yang berlaku, diantaranya peserta telah mendapatkan dosis vaksin lengkap, mengenakan masker”, paparnya. Para mahasiswa peserta TAP terlihat serius dalam mengerjakan soal ujian. Sikap optimistis lulus dengan nilai baik juga sangat terlihat. Bahkan dari pantauan tim PPMLN, hanya sedikit mahasiswa yang terlihat menoleh kanan-kiri. Semuanya fokus membaca soal-soal pada layar komputer. Salah satu mahasiswa, Hamdan Wahidi dari pokjar Johor Bahru,  mengaku soal-soal TAP dapat dikerjakan dengan baik dan optimistis lulus karena ia sudah mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian TAP ini. “Ya soal-soalnya bisa saya kerjakan dengan lancar karena sudah biasa mengerjakan soal seperti ini saat menyelesaikan tugas tutorial online,” ungkap mahasiswa jurusan Manajemen tersebut. 

Selain itu, mahasiswa juga mengaku dapat mengerjakan TAP dengan lebih fokus dan tenang karena adanya dukungan fasilitas yang disediakan oleh pengurus Pokjar di kantor KJRI Johor. Mahasiswa mengaku terbantu dengan koneksi internet yang kondusif, ketersediaan buku referensi, dan alat pemindai jawaban (scanner) yang disediakan KJRI Johor Bahru. Dukungan dan bantuan dari KJRI ini adalah wujud perhatian yang luar biasa bagi mahasiswa UT yang sebagian besar adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang sejak awal memiliki tekad ingin meningkatkan kompetensi diri dengan cara mengikuti pendidikan di UT.