KBRI Malaysia dan PPMLN-UT Gelar Wisuda UT-Malaysia Secara Hybrid di Kuala Lumpur

whatsapp_image_2022-08-28_at_09.22.55_0.jpegwhatsapp_image_2022-08-28_at_10.35.35.jpeg

Tangerang Selatan – Sebagai bentuk perwujudan dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia dan Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri Universitas Terbuka (PPMLN-UT), pada tanggal 28 Agustus 2022 menyelenggarakan Wisuda untuk Kelompok Belajar UT Malaysia secara hybird melalui Luring (luar jaringan) di KBRI Kuala Lumpur Malaysia dikombinasikan dengan aplikasi Zoom serta disiarkan langsung UT TV. Kegiatan wisuda di Malaysia dihadiri oleh, Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) di Kuala Lumpur, Bapak Hermono. Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama Universitas Terbuka, Bapak Rahmat Budiman, S.S., M. Hum., Ph.D.  Plt Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Bapak Yossi Iskandar. Konsul Pensosbud KJRI Johor Bahru, Bapak Mohamad Rizali Noor. LO Polisi KJRI Johor Bahru, Ibu AKBP Yunik Dwi Astuti S.I.K, M.Si,. Pensosbud KJRI Penang, Bapak Andri Djufri Said. Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Ibu Friny Napasti, M.Pd. Kepala Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri (PPMLN), Bapak Dr. Pardamean Daulay, S.Sos., M.Si. Ketua Pengurus IKA UT Wilayah Luar Negeri, Ibu Ratih Indah Lestari, SM. Pengurus Pokjar UT Kuala Lumpur, Bapak Taufiqurrahman Hasyim, Pengurus Pokjar UT Johor Bahru, Bapak Safrizal Nugraha dan Pengurus Pokjar UT Penang, Ibu Mia.

Kegiatan Wisuda Malaysia ini dibuka oleh Kepala Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri (PPMLN-UT), Dr. Pardamean Daulay, S.Sos., M.Si, beliau mengatakan lulusan UT kali ini berjumlah 85 orang yang berasal dari Pokjar Kuala Lumpur 60 orang, Pokjar UT Johor 13 orang, serta Pokjar UT Penang 12 orang. Semuanya adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja sambil kuliah di UT. 85 wisudawan tersebut, 42 orang mengikuti wisuda secara luring di KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, lima orang mengikuti wisuda secara daring dari Johor, dan 38 orang dari Indonesia karena kontrak kerja mereka telah berakhir dan sudah kembali ke Tanah Air. Ucapan selamat disampaikan kepada 85 wisudawan yang telah menyelesaikan kuliahnya dengan baik dan memperoleh IPK yang sangat memuaskan. Para PMI yang diwisuda ini telah berhasil mematahkan mitos yang meragukan para PMI yang bekerja bisa mengikuti kuliah dan meraih gelar sarjana. Ditambahkan pesan penutup agar semua mahasiswa dapat menjaga nama baik UT dimanapun berada, belajar sambil kuliah tidaklah mudah tetapi pendidikan adalah investasi yang tidak merugi, karena pendidikan bukan saja investasi yang bernilai ekonomis tetapi investasi untuk mendapatkan derajat yang lebih tinggi dimanapun berada.

Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama UT Rahmat Budiman, S.S., M. Hum., Ph.D. beliau mengatakan, wisuda ini menjadi hari yang bersejarah dan membahagiakan bagi para mahasiswa yang juga PMI di Malaysia ini karena untuk menyelesaikan kuliah di UT tidak mudah, Apalagi para wisudawan ini harus membagi waktunya antara bekerja dan kuliah. "Menyelesaikan studi bukanlah hal yang mudah apalagi para PMI mengikuti kuliah sambil bekerja. Butuh perjuangan luar biasa disertai kedisiplinan dan kemandirian belajar. Dua hal ini mewajibkan saudara harus pandai membagi waktu, fokus, perhatian serta membangun motivasi yang tiada henti," ujarnya. Selain itu, berbagai inovasi dan terobosan terus dilakukan UT. Dia menjelaskan, salah satu layanan bantuan belajar yang disediakan UT dan diminati mahasiswa saat pandemi adalah Tutorial Webinar (Tuweb). Tuweb ini melengkapi layanan tutorial online secara asynchronous yang sudah lama diikuti mahasiswa UT. Selain itu, dalam hal pengukuran hasil belajar, UT juga mendesain ujian dengan Take Home Exam (THE), yang dapat dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia dan di luar negeri. Terobosan terkini, UT telah mengembangkan Sistem Ujian Online (SUO) yang dilengkapi dengan online proctoring. Sistem ujian ini semakin mempermudah mahasiswa UT yang berada di berbagai negara dalam mengikuti ujian.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono mengapresiasi para TKI yang menjadi wisudawan UT. Pihaknya percaya jalur pendidikan dapat menaikkan strata sosial dan ekonomi seseorang. "Seseorang yang lulusan sarjana memiliki daya pikir, menganalisis persoalan yang ada dan memiliki kemampuan lebih baik dalam menyelesaikan masalah.

Pengurus Pokjar UT Kuala Lumpur, Bapak Taufiqurrahman Hasyim menyampaikan Lulusan terbaik wisudawan UT di Malaysia, yakni Aulia Diah Meireni dengan IPK 3,82 pada program studi Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan, Monica Renjani dengan IPK 3,41 pada program studi Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan dan Fiarti Meta Rosela dengan IPK 3,39 pada program studi Akuntansi.

Kegiatan selanjutnya prosesi wisuda Kuala Lumpur Tahun 2022 hingga acara selesai dan ditutup dengan doa bersama.

Penulis : Prayoga Nugraha