Peringati Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda, PERMA UT Hong Kong Adakan Webinar Kebangsaan

          Minggu, 31 Oktober 2021 Persatuan Mahasiswa (PERMA) Universitas Terbuka (UT) Hong Kong (PERMA UTHK), melaksanakan acara Webinar Kebangsaan yang dirangkai dalam memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda. Mengusung tema "Peran Pemuda dan Santri Berbakti Untuk Negeri", webinar kali ini menghadirkan dua orang narasumber, Michael Andrew, S.Fil, M.A.P. (Roemah Bhinneka Surabaya) dan K.H. Muhammad Yusuf Chudlori (Pengasuh API PP. Salafi Tegalrejo, Magelang).

untitled3.png

Webiner kali ini diikuti  ratusan peserta dari berbagai profesi dan sebagian besar mahasiswa UT yang berada di luar negeri, seperti di Malaysia,  Singapura, Taiwan, Korea Selatan, Jepang dan Hong Kong. Acara webinar ini juga dihadiri oleh Konsul Pensosbud KJRI Hong Kong, Theodora Ellfani P., dan Kepala Pusat Pengelolaan Mahasiswa Luar Negeri UT, Dr. Pardamean Daulay, S.Sos., M.Si.

          Dalam sambutannya, Kepala PPMLN menyampaikan terimakasih kepada PERMA UT Hong Kong, ditengah-tengah kesibukan menjalani aktivitas bekerja sambil belajar, tetapi masih mengingat untuk merayakan Sumpah Pemuda sebagai moment bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sumpah pemuda merupakan titik tolak munculnya kesadaran akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di berbagai negara merupakan bagian penting dari golongan pemuda Indonesia yang telah berkontribusi secara signifikan pada perekonomian nasional, dimana 7 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bersumber dari remitan yang dikirimkan para PMI. Jumlah PMI yang berstatus sebagai mahasiswa UT di luar negeri, saat ini mencapai 2.245 yang tersebar di 45 negara, dan salah satu kantong mahasiswa UT berada di Hong Kong. “Harapananya, ketika pulang ke Indonesia para PMI ini tidak hanya membawa remitan saja, tetapi juga membawa gelar sarjana yang dapat digunakan sebagai  modal Berbakti Untuk Negeri, tuturnya”.

untitled4.png

           Sementara itu, Konsul Pensosbud KJRI Hong Kong, Theodora Ellfani, dalam sambutannya mengingatkan kepada para PMI agar tidak terjerumus dalam memanfaatkan perkembangan  teknologi dan informasi. Beliau menjelaskan perkembangan teknologi informasi bisa membawa dampak positif dan negatif. Banyak kasus pencurian secara online, pelaku terorisme yang berawal dari penyelahgunaan media sosial yang berkembang pesat. Di era keterbukaan informasi yang terus berkembang, para PMI harus pandai memvilter berbagai informasi negatif, khususnya yang dianggap dapat merusak moral bangsa.

        untitled2.png

           Pada sesi pemaparan, kedua narasumber menyampaikan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa merupakan modal penting yang harus terus dirawat agar kemajuan bangsa bisa tercapai. Dalam kesempatan ini, Michael menekankan pentingnya merawat persatuan bangsa dalam kebhinekaan di era digital dan bagaimana pemuda bisa mengambil peran di dalamnya. Sementara itu Gus Yusuf, sapaan akrab K.H Muhammad Yusuf Chudlori mengingatkan kembali bagaimana peranan santri di era kemerdekaan dan peranan santri di masa kini yang tetap menjaga nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI.

           Dalam kesempatan ini, Ketua PERMA UTHK, Wahyu Nara mahasiswa Prodi Ilmu Hukum, menyampaikan terima kasih kepada UT Pokjar Hong Kong, PPMLN UT dan KJRI Hong Kong yang selalu memberikan dukungan positif. Serta kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. PERMA UTHK juga mengajak dan mendorong mahasiswa UTHK untuk bersama-sama mengambil peran dan memberikan sumbangsih positif kepada bangsa dan negara Indonesia melalui kegiatan pemberdayaan, pelayanan dan pendidikan.

Liputan: Pardamean Daulay