UT Gelar Upacara Penyerahan Ijazah Bagi 43 Wisudawan asal Taiwan

whatsapp_image_2021-12-15_at_18.16.10_0.jpegwhatsapp_image_2021-12-18_at_10.45.09.jpeg<

JAKARTA -- Universitas Terbuka (UT) menggelar wisuda atau Upacara Penyerahan Ijazah (UPI) UT Pokjar Taiwan 2021, Sabtu (18/12). Sebanyak 43 wisudawan diberikan ijazah sesuai jurusan masing-masing.

Koordinator Badan Pelaksana UT Taiwan Fitriani Jati Rahmania menyebutkan, sebanyak 28 wisudawan di antaranya merupakan lulusan jurusan manajemen. Lalu 12 dari jurusan Satra Inggris Minat Penerjemahan, dan tiga sisanya lulusan ilmu komunikasi.

"Pada hari ini saya mewakili Badan Pelaksana UT Taiwan sangat berbangga hati bisa menyaksikan wisudawan serta wisudawati menjadi sarjana seperti yang dicita-citakan selama ini," ujar Fitriani dalam sambutannya. Ia menyadari, tak mudah bagi mahasiswa UT di Taiwan, sebab harus bisa menyisihkan waktu belajar di tengah kesibukan mencari nafkah.

Kini, lanjutnya, semua kerja keras mereka terbayar. "Diharapkan dapat manfaatkan segala kesempatan yang ada sekaligus mencari peluang penghidupan lebih baik," tuturnya.

Sekitar pukul 10.30 WIB, UPI dibuka langsung oleh Kepala Pusat Pengelola Mahasiswa Luar Negeri (PPMLN) UT Dr Pardamean Daulay S.sos M.Si secara virtual dengan memukul palu sidang. Tak lupa, ia mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati UT Taiwan.

"Wisuda merupakan suatu peristiwa akademik yang selalu ditunggu mahasiswa, orang tua, dan sahabat. Ini bagian dari proses mahasiswa telah selesaikan studi yang ditempuhnya," kata Pardamean usai membuka sidang.

Dirinya menjelaskan, UPI kali ini seharusnya diadakan di Kantor UT Pusat di Jakarta. Hanya saja karena pandemi Covid-19 masih melanda, upacara harus digelar secara virtual.

"Tapi makna Upacara Penyerahan Ijazah ini sama dengan Upacara Penyerahan Ijazah di Jakarta," ujarnya. Kini, kata dia, para wisudawan UT Taiwan yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) tak hanya akan pulang membawa tabungan, melainkan juga gelar sarjana.

Diharapkan gelar tersebut bisa menjadi batu loncatan pada masa mendatang. Pardamean pun mencontohkan kisah sukses lulusan UT Taiwan yang telah kembali ke Indonesia.

"Saudara Suma lulusan dari Taiwan yang hari ini ikut diwisuda telah kembali ke Indonesia. Beberapa bulan lalu terpilih menjadi Kepala Desa Sende, Kecamatan Arjowinangun, Kabupaten Cirebon," ungkapnya.

Dirinya berharap, lulusan UT Taiwan lainnya dapat mengikuti jejak tersebut. Sekaligus mengajak lebih banyak PMI bergabung kuliah di UT, sebab ujar dia, investasi pendidikan tak pernah merugi. 

whatsapp_image_2021-12-18_at_10.45.10.jpeg

Pelaksanaan UPI kali ini bertepatan pula dengan Hari Pekerja Migran Internasional yang diperingati setiap 18 Desember. Maka Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama UT Rahmat Budiman S.S M.Hum Ph.D menyatakan, peringatan itu mengambil tema Migran Berdaya, Keluarga Sejahtera, Indonesia Jaya.

"Tema tersebut sejalan dengan upaya pemerintah realisasikan hak-hak yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pengesahan Konvensi Internasional Mengenai Perlindungan Hak-Hak Seluruh Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya," ujar dia saat memberikan sambutan. Rahmat menambahkan, salah satu hak pekerja migran yakni berekspresi, termasul pengembangan diri dan mengakses pendidikan.

Atas dasar itu, sambungnya, sebagai institusi pendidikan terbuka dan jarak jauh milik pemerintah, UT merasa bertanggung jawab membantu membuka akses seluas-luasnya bagi para PMI meningkatkan kompetensi lewat program bekerja sambil kuliah. UT bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), lanjut dia, berupaya meningkatkan kompetensi PMI yang baru mau berangkat atau sudah di sana, melalui pemberian akses pendidikan berkualitas dan tanpa batas.

Rahmat menyebutkan, saat ini jumlah mahasiswa UT di luar negeri mencapai 2.245. Sebanyak 213 di antaranya berada di Taiwan. "Jumlah itu masih kecil jika dibandingkan jumlah PMI Di luar negeri. Berdasarkan data BP2MI sampai Mei 2021, jumlah PMI di luar negeri sekitar 1,8 juta orang," ujar dia.

Dari jumlah tersebut, 90 persen di antaranya merupakan lulusan SMA/SMK ke bawah. Maka dirinya berharap semakin banyak PMI menuntut ilmu di UT.

Penulis : Iit Septyaningsih

whatsapp_image_2021-12-18_at_11.51.14.jpegwhatsapp_image_2021-12-18_at_11.50.42.jpegwhatsapp_image_2021-12-18_at_11.50.41.jpeg